CONTOH PROPOSAL USAHA KIOS Keutapang, 24 Mei 2016 Nomor : Istimewa Kepada Yth: Lampiran : 1 Eks Bapak Wakil Bupati Pidie Perihal : Mohon Modal Usaha Kios Di Sigli Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh... Dengan Hormat, Teriring Salam dan Do’a semoga Bapak dan keluarga dalam keadaan sehat wal’afiat. Saya CUT ADEKA pedagang barang harian (kios) yang beralamat di Gampong Keutapang Kecamatan Indrajaya Kabupaten Pidie Provinsi Aceh dengan ini mengajukan permohonan kepada Bapak agar dapat kiranya memberi bantuan Modal usaha guna menunjang perkembangan Usaha Kios kami tersebut. Sebagai bahan pertimbangan bapak, bersama ini kami lampirkan...
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Didalam kehidupan sehari-hari di dalam melakukan aktivitasdengan berbagai pihak tanpa disadari kita melakukan negosiasi.Negosiasi dilakukan dari hal yang paling kecil sampai ke hal yangbesar, contoh yang paling mudah adalah ketika membeli barang dipasar kita mengadakan negosiasi dengan penjual untuk mendapatkanharga yang murah. Sedangkan untuk negosiasi yang lebih formal dilakukan ketika kita mewakili perusahaan atau lembaga dengan pihak lainnya. Negosiasi yang formal lazimnya kita lakukan dalamkapasitas kita sebagai profesional yang mewakili organisasi atau perusahaan kita di meja perundingan. Misalnya sebagaipengusaha, manajer, atau tenaga profesional lainnya yang berundingsecara formal dengan calon mitra bisnis kita. Namun negosiasi informal yang berkembang dalam pembicaraan yang bersifat takresmi, dalam bentuk lobi-lobi tertentu, sering juga diperlukan untukmembuka jalan atau menunjang kel...
PERKEMBANGAN TEATER DI INDONESIA 1. Teater Tradisional Kasim Achmad dalam bukunya Mengenal Teater Tradisional di Indonesia (2006) mengatakan, sejarah teater tradisional di Indonesia dimulai sejak sebelum Zaman Hindu. Pada zaman itu, ada tanda-tanda bahwa unsur-unsur teater tradisional banyak digunakan untuk mendukung upacara ritual. Teater tradisional merupakan bagian dari suatu upacara keagamaan ataupun upacara adat-istiadat dalam tata cara kehidupan masyarakat kita. Pada saat itu, yang disebut “teater”, sebenarnya baru merupakan unsur-unsur teater, dan belum merupakan suatu bentuk kesatuan teater yang utuh. Setelah melepaskan diri dari kaitan upacara, unsur-unsur teater tersebut membentuk suatu seni pertunjukan yang lahir dari spontanitas rakyat dalam masyarakat lingkungannya. Proses terjadinya atau munculnya teater tradisional di Indonesia sangat bervariasi dari satu daerah dengan daerah lainnya. Hal ini disebabkan oleh unsur-unsur pembentuk teater tradisional itu berbe...
Komentar
Posting Komentar